, ,

Dari Lakardowo untuk Indonesia Inovasi BUMDes dalam Membangun Ketahanan Pangan

oleh -502 Dilihat

BUMDes Arta Lindra: Penggerak Ekonomi dan Pilar Ketahanan Pangan Desa Lakardowo

Kota Mojokerto- Di tengah gencarnya upaya nation-building, desa seringkali menjadi episentrum dari gerakan perubahan yang paling nyata. Salah satunya adalah Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, yang telah membuktikan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui terobosan inovatif. Fokus pemberdayaan itu diwujudkan melalui program ketahanan pangan yang dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, Arta Lindra.

Dari Lakardowo untuk Indonesia Inovasi BUMDes dalam Membangun Ketahanan Pangan
Dari Lakardowo untuk Indonesia Inovasi BUMDes dalam Membangun Ketahanan Pangan

Baca Juga : Sidang Perdana Korupsi Megaproyek TBM Langsung Tersendat, Direktur Kontraktor Mangkir

BUMDes Arta Lindra tidak hanya sekadar unit bisnis, melainkan telah menjadi motor penggerak yang menggelorakan semangat kemandirian dan kesejahteraan warga. Keberadaannya sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat yang menekankan pada penguatan ekonomi desa, menjadikan Lakardowo sebagai contoh nyata dari desa yang bergerak memacu kemajuan sendiri.

Komitmen Nyata Sejak Awal

Kepala Desa Lakardowo, Mochamad Kusaini, dengan penuh semangat memaparkan perjalanan program ini. “Alhamdulillah, komitmen kami untuk membangun ketahanan pangan bukanlah wacana semata. Program ini telah berjalan dan terus berkembang sejak beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.

Yang membedakan model di Lakardowo adalah pendekatan kolaborasinya. Pemerintah Desa secara cerdas menyerahkan sepenuhnya pengelolaan program ini kepada BUMDes Arta Lindra. Model ini memastikan bahwa pengelolaan berjalan dengan prinsip korporasi yang sehat, namun tetap memiliki jiwa sosial yang kuat untuk memberdayakan masyarakat.

Sistem Bagi Hasil yang Memberdayakan

Kunci kesuksesan program ini terletak pada sistem bagi hasil yang adil dan transparan. BUMDes Arta Lindra menerapkan skema yang benar-benar memprioritaskan kesejahteraan warga. Dari setiap keuntungan yang dihasilkan, 70% diberikan langsung kepada masyarakat yang terlibat aktif dalam program peternakan, sementara 30% dialokasikan untuk kas BUMDes.

“Sistem bagi hasilnya kita prioritaskan untuk masyarakat. Porsi 70% untuk mereka yang berkontinribusi, dan 30% untuk BUMDes yang nantinya akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD),” tegas Kusaini. Dana yang masuk ke kas desa ini kemudian akan dikelola kembali untuk membiayai program-program pembangunan lain yang manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Lakardowo.

Diversifikasi Usaha: Dari Sapi Hingga Ayam Petelur

Dinamika dan inovasi terus menjadi napas dari BUMDes Arta Lindra. Program yang awalnya fokus pada ternak BUMDes Arta Lindra tidak hanya berpuas diri dengan pencapaian yang ada. Sebagai bukti komitmennya, pihak pengelola kini aktif menjajaki kerja sama dengan pasar modern dan UMKM lokal untuk memasarkan produk-produk unggulan mereka. Selain itu, mereka juga gencar mempromosikan hasil ternak warga melalui platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Tidak berhenti di situ, para pengelola juga menyelenggarakan pelatihan-pelatihan praktis secara berkala untuk para peternak

Program pelatihan ini membekali anggota dengan pengetahuan tentang manajemen peternakan yang modern, cara pencegahan penyakit hewan, dan teknik pemasaran. Akibatnya, para peternak pun semakin percaya diri dan mampu mengelola usahanya secara mandiri.

Di sisi lain, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) dari BUMDes membawa dampak yang sangat konkret bagi komunitas. Contohnya, desa kini dapat mengalokasikan dana lebih besar untuk perbaikan infrastruktur, seperti perbaikan jalan menuju lahan peternakan dan renovasi balai pertemuan. Selanjutnya, dana tersebut juga membantu memperkuat program sosial, seperti pemberian beasiswa untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu di desa.

Yang paling menggembirakan, semangat gotong royong dan ekonomi kolektif di Desa Lakardowo semakin menguat

Berkat program ini, para pemuda desa yang sebelumnya memilih merantau, kini mulai melihat peluang ekonomi di kampung halaman mereka sendiri. Alhasil, gelombang urbanisasi dapat berkurang dan desa pun semakin hidup.

Kedepannya, BUMDes Arta Lindra berambisi untuk tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi destinasi eduwisata (wisata edukasi). Dengan demikian, mereka akan menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus menginspirasi desa-desa lainnya.

Pada akhirnya, perjalanan BUMDes Arta Lindra merupakan sebuah cerita sukses tentang bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa, unit usaha, dan masyarakat dapat menciptakan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.