Mojokerto Pacet Jalur Turunan Ngeprih Makin Terang, PJU Mulai Dipasang!
Kota Mojokerto- Kabar gembira bagi warga Pacet dan para pengendara yang kerap melintasi kawasan tersebut! Pemerintah Kabupaten Pemkab Mojokerto menunjukkan komitmen nyatanya untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara dengan mulai merealisasikan pemasangan Penerangan Jalan Umum PJU di sepanjang jalur turunan Ngeprih.

Baca Juga : Proyek Jembatan Talunbrak Senilai Rp 13,5 Miliar Capai Milestone
Jalur alternatif yang terletak di Desa/Kecamatan Pacet ini merupakan proyek strategis yang terus mendapat perhatian serius. Tak hanya mengurus perizinan pembangunan jalannya, Pemkab juga aktif melengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung, dengan PJU menjadi salah satu prioritas utama yang segera diwujudkan.
Penerangan untuk 1 Km Jalan Pemukiman
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto telah menyiapkan puluhan titik lampu untuk segera dipasang. Tahun ini, tidak kurang dari 25 unit lampu dan 15 tiang PJU akan menghiasi sepanjang 1.030 meter (1,03 km) jalur yang melintasi kawasan padat penduduk di Dusun Pacet Selatan.
Langkah nyata ini telah dimulai dengan proses survei yang dilakukan oleh tim DPRKP2 pekan lalu. Mereka meninjau langsung kondisi jalur tembusan yang menghubungkan dari kawasan Wisata Wet Sendi 2 menuju ke Tikungan Gotekan yang terkenal curam.
Menunggu Izin Pusat untuk Pembangunan Jalan Baru
Meski PJU untuk area pemukiman segera terpasang, perluasan penerangan ke ruas jalan baru yang sepenuhnya merupakan jalur turunan Ngeprih masih menunggu kepastian hukum. Adi Mahendarto, Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, menjelaskan bahwa hal ini bergantung pada izin pembangunan jalannya yang saat ini masih dikoordinasikan oleh Dinas PUPR dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Untuk PJU di jalan baru, kami masih menunggu izin resmi,” jelas Adi. “Sementara ini, fokus kami adalah pada ruas jalan di permukiman penduduk Dusun Pacet Selatan yang sudah jelas statusnya.”
Solusi Atasi Turunan Curam dan Cegah Rem Blong
Sejak digagas, jalur turunan Ngeprih ditujukan sebagai solusi alternatif untuk menghindari turunan sangat curam yang membentang dari Rest Area Sendi hingga Tikungan Gotekan. Diharapkan, dengan gradien yang lebih landai, jalur ini dapat menjadi rute yang lebih aman bagi pengendara sepeda motor matik hingga angkutan umum non-ekonomi (AKDP) yang kerap menghadapi risiko rem blong di jalur yang lama.
Tantangan dan Harapan Ke Depan
Namun, proyek ambisius ini masih menghadapi beberapa tantangan. Akhmad Yazid, Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, mengungkapkan salah satu kendala teknis utama adalah lebar jalan yang masih belum memenuhi standar minimal, yaitu 5,5 meter. “Yang tersedia di Dusun Pacet Selatan masih kurang dari itu,” ujarnya.
Tantangan terbesar lainnya adalah perizinan. Proses administrasi ini diperkirakan masih akan membutuhkan waktu.
Meski demikian, pemasangan PJU ini adalah sinyal positif dan langkah progresif yang ditunggu-tunggu masyarakat. Keberadaan penerangan jalan tidak hanya akan menerangi malam tetapi juga menerangi harapan akan keselamatan dan kemajuan infrastruktur transportasi di Kabupaten Mojokerto. Semoga dengan adanya PJU, proses perizinan jalur utama juga dapat segera disusul untuk mewujudkan Turunan Ngeprih yang sepenuhnya aman dan berfungsi optimal.
Langkah Konkret dan Respons Positif Masyarakat
Pemasangan puluhan titik lampu ini tentu memberikan angin segar. Selanjutnya, para pelaku usaha dan warga sekitar pun mulai merasakan dampak positifnya. Seorang pemilik warung di Dusun Pacet Selatan, Ibu Sari, menyambut gembira rencana ini. “Keberadaan lampu jalan sangat kami tunggu,” ujarnya. Selain meningkatkan keamanan, ia berharap kegiatan ekonomi warga pada malam hari juga akan ikut terdongkrak.
Kemudian, Dinas DPRKP2 juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Sebagai hasilnya, mereka akan mengoptimalkan patroli selama masa pemasangan berlangsung untuk menjamin keamanan peralatan dan kelancaran pekerjaan.
Menjawab Tantangan ke Depan
Sementara itu, untuk menjawab kendala lebar jalan, Pemerintah Kabupaten tidak tinggal diam. Sebagai contoh, Dinas PUPR kini sedang mengkaji opsi pelebaran jalan dengan beberapa skema. Di satu sisi, mereka mempertimbangkan pembebasan lahan secara swakelola. Di sisi lain, mereka juga membuka ruang dialog dan negosiasi dengan para pemilik lahan yang terdampak.
Selain itu, proses perizinan dengan KLHK terus berjalan secara aktif. Oleh karena itu, tim dari dinas terkait berencana melakukan pertemuan langsung dengan perwakilan kementerian dalam waktu dekat. Mereka optimistis bahwa dengan pendekatan yang intensif dan pemenuhan semua prasyarat, izin yang dinantikan dapat segera terbit.
Kesimpulan: Komitmen untuk Keselamatan dan Kemajuan
Pada akhirnya, pemasangan PJU ini merupakan bukti nyata komitmen berkelanjutan Pemkab Mojokerto. Singkatnya, setiap tahapan ini memperlihatkan progress yang jelas.





