, ,

PUPR Mojokerto Bangun Laboratorium Uji Material Senilai Rp 2,1 Miliar dari APBD 2025

oleh -1465 Dilihat

PUPR Mojokerto Bangun Laboratorium Canggih Senilai Rp 2,1 Miliar untuk Tingkatkan Kualitas Infrastruktur

Kota Mojokerto- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Kabupaten Mojokerto sedang melakukan transformasi signifikan pada kantornya dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar dari APBD 2025. Investasi ini difokuskan untuk membangun sebuah gedung laboratorium uji material yang modern beserta berbagai prasarana penunjangnya, yang diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjamin kualitas infrastruktur yang dibangun untuk masyarakat.

PUPR Mojokerto Bangun Laboratorium Uji Material Senilai Rp 2,1 Miliar dari APBD 2025
PUPR Mojokerto Bangun Laboratorium Uji Material Senilai Rp 2,1 Miliar dari APBD 2025

Baca Juga : UPTD PPA Mojokerto Soroti Lonjakan Signifikan Kasus Kekerasan Januari-Agustus

Proyek strategis ini bukan sekadar polesan kosmetik, melainkan sebuah langkah konkret untuk meningkatkan standar pengawasan dan kualitas pekerjaan. Dengan adanya laboratorium baru, setiap material konstruksi—mulai dari jalan cor hingga jalan aspal—dapat diuji secara lebih akurat dan profesional sebelum digunakan di lapangan.

Proyek Berjalan Lebih Cepat dari Target

Paket proyek senilai Rp 2,1 miliar (dari pagu anggaran Rp 2,6 miliar) resmi dimenangkan oleh CV Berkah Tenaga Muda asal Kecamatan Gedeg. Menurut Dodik Prasetyo, Kabid Persetujuan Bangunan dan Gedung Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, berdasarkan kontrak yang disepakati, target penyelesaian pekerjaan ditetapkan selama 160 hari kalender atau sekitar lima bulan.

“Secara resmi, tahap pengerjaan telah dimulai sejak 10 Juli lalu dan ditargetkan selesai pada 16 Desember mendatang,” ujar Dodik. Yang menggembirakan, perkembangan proyek ini menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan evaluasi mingguan, progres pengerjaan secara konsisten melampaui target yang ditetapkan.

“Pada minggu kesembilan, realisasi pencapaian sudah mencapai 9,53 persen, sementara yang direncanakan baru 6,46 persen,” tegas Dodik dengan penuh optimisme. Kondisi ini membuat Dinas PUPR yakin bahwa pembangunan tidak hanya akan tuntas tepat waktu, tetapi bahkan berpotensi selesai lebih awal.

Fokus pada Laboratorium Uji Material yang Representatif

Inti dari proyek ini adalah pendirian gedung laboratorium baru. Lokasinya tidak lagi di tengah area kantor, melainkan digeser ke sisi timur untuk menciptakan tata ruang yang lebih representatif dan fungsional. Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pembangunan fondasi cakar ayam yang kokoh, sebagai penopang utama untuk gedung satu lantai tersebut.

Dodik menjelaskan urgensi dari pembangunan laboratorium ini. “Gedung ini akan menjadi sarana uji konstruksi untuk setiap proyek yang dikerjakan dalam tahun anggaran berjalan. Fungsinya sangat krusial untuk menentukan kualitas suatu proyek, apakah sudah memenuhi standar atau belum. Ini tentang akuntabilitas dan keamanan bagi publik,” jelasnya.

Tak Hanya Laboratorium, Kantin dan Drainase Jadi Perhatian

Selain laboratorium, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk membangun sarana penunjang lainnya guna meningkatkan kenyamanan dan fungsi kompleks kantor. Pembangunan gedung kantin baru akan memastikan para staf memiliki tempat istirahat yang layak.

Tidak kalah penting, proyek ini juga mencakup perbaikan akses jalan internal yang akan dipaving, penataan dan perbaikan sistem drainase untuk mengatasi genangan air, serta rehabilitasi pada gedung Bidang Persetujuan Bangunan dan Gedung (PBG).

Anggaran Terbatas, Pekerjaan Dilakukan Bertahap

Meski ambitius, Dodik mengakui bahwa anggaran yang terbatas mengharuskan perbaikan kantor dilakukan secara bertahap dan selektif. Tidak semua bagian kantor bisa diperbaiki sekaligus.

“Contohnya, ruang kesekretariatan saat ini belum bisa tersentuh program rehabilitasi karena keterbatasan anggaran. Ini menjadi prioritas untuk tahap selanjutnya,” pungkasnya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.